Kekhawatiran dan kesedihan seorang ibu

Saat ini …..

Sang putri ibu ini nampaknya sudah mulai dewasa, berusia sekitar 22 tahun dan telah bekerja di salah satu hotel bintang lima terkenal di Bali. Dulu biasanya sang ibu sebagai teman pelampiasan unek-unek dari sang putri, namun kini nampaknya sang ibu mulai merasakan perubahan besar dalam diri putrinya. Ketus, tidak peduli dan selalu tertutup itulah yang dirasakan sang ibu saat ini

Beberapa tahun sebelumnya……

Ajik telah meninggalkan keluarga ini untuk selamanya dimana saat itu ibu harus sekuat tenaga menahan beban dan menanggung kehidupan kedua anaknya, seorang putra dan seorang putri. Pada masa-masa itu putra si ibu ini nampaknya mengalami rasa minder, tertekan dan mungkin juga kesedihan karena kehilangan Ajik. Masalah yang sebenarnya sepele saja bisa jadi pemicu untuk amarah sang putra di rumah. Sang putri selalu menjadi obat penenang dari si pengamuk tadi juga memberikan rasa tentram untuk ibunya. Sang putri juga saat ini menjadi teman untuk menahan beban setelah kepergian dari Ajik.

Kembali ke saat ini…..

Kesedihan dari ibu ini mencapai puncaknya melihat sikap dari sang putri. Jawaban “dari rumah teman !” selalu diberikan oleh sang putri bila sang ibu bertanya kenapa tidak pulang kerumah kemarin. Dari sikap yang dirasakan sang ibu terhadap putrinya, menurut cerita dari sang ibu, pernah mengupayakan jalan niskala untuk sang putri tercintanya. Intinya dari jawaban para paranormal adalah sang putri terpikat kedipan gaib dari sang cowok. Bila saya sebagai orang tuapun tentu terkejut akan hal seperti ini menimpa anak saya

Dengan perasaan sedih dan tangis sang ibu berbicara kepada saudari kandungnya

Apa mungkin ini kecemasan berlebihan dari seorang ibu akan ditinggalkan oleh putri tercintanya?

8 Tanggapan to “Kekhawatiran dan kesedihan seorang ibu”

  1. arydwantara Says:

    yang namanya seorang ibu pasti akan memikirkan anak-anaknya…seberapa pun besarnya dosa seorang anak terhadap ibunya…
    tapi sekarang di jaman hi-tech ini ternyata hal hal mistis masih berguna juga….
    gimana caranya dapetin kedipan gaib kayak cowok itu yah?
    saya juga mau,berhubung saya bertengkar terus ma pasangan saya….
    minta alamatnya dunkz…

  2. Ajoenk Says:

    JEG SING TAEN KIRIM EMAIL!!! Jani kel mebalih striptease dini ajak Bli Tu……Kirim2 kabar nggih Rah….

  3. devari Says:

    mudah2an si putri tidak menjadi seperti di lagunya jamrud🙂
    …putriii…….!

  4. Mas Kopdang Says:

    tentu..
    Ibu ndak mau kehilangan untuk yang kesekian kali…

    btw,
    bagus lay-out nya🙂

  5. paramarta Says:

    #arydwantara
    wowoo….. jangan tanya saya kalo masalah kedipan gaib.. hehehe.. coba deh tanya ki joko bodo

  6. paramarta Says:

    #ajoenk
    yup. ato joenk kirim email dulu. standby di paramartaonline@gmail.com.

  7. pande Says:

    Memang ada saatnya seorang anak yang berusia remaja bakalan melewati hal seperti itu, bersikap acuh pada sang ortu. namun saat anak tersebut telah bersiap menjadi orangtua dari anak-anaknya kelak, mungkin ia akan merasakan betapa tak mengenakkan sikapnya terdahulu.
    Semua ada saatnya kok.

  8. Ady Gondronk Says:

    inilah mungkin yang namanya proses pendewasaan diri bli.
    Kalo saya sih selalu menekankan filosopi pasir dalam genggaman kepada orang yg saya kasihi bli.kalo semakin dipegang erat pasir itu akan semakin banyak yg merembes keluar,tp kalo dipegang biasa niscaya tidak akan ada yg jatuh.
    (ngomong2 ko kaya andre wongso aja yah?? 😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: